Terbitan Terbaru!
Yang Datang
Setelah Jawaban
Dari dapur di tepi Sungai Tongko, penelitian tentang pengungsi perempuan dan anak di masa konflik Poso, sebuah pertanyaan mengantarkan Lian Gogali pada lika-liku perjalanan membangun gerakan kolektif Mosintuwu.
Memoar ini tak hanya mengisahkan proses, tapi juga momen reflektif untuk terus mempertanyakan, bahkan membongkar metode gerakan kolektif. Lian berkisah, menggugat diri dan pengetahuan yang semestinya menjadi perangkat mencapai kedaulatan kehidupan.Â
Hampir delapan tahun sejak 2008 mengisi rubrik kebudayaan di beberapa harian lokal tentu bukan waktu yang sebentar. Di akhir pekan, esai demi esai lahir merespon isu di kampung halaman, juga nasional, bahkan global. Esaisnya merasa butuh mengabadikan karyanya dalam sebuah buku.
Perempuan dalam Sakaya ini didominasi perihal kelokal (local genius) di mana cerpenis ini berada. Nuansa pedesaan dengan tokoh-tokohnya yang sederhana dan ‘ndeso’namun tegas dalam bersikap, sangat pas menjadi bumbu…. (Isbedy Stiawan ZS)
Buku debut kumpulan puisi Neni Muhidin, penyair yang berdomisili di Palu, semesta yang melahirkan puisi-puisinya. Juga debut buku dari penerbitan yang didirikannya, untuk karya-karya humaniora.
